PERTANYAAN :

Assalamu’alaikum, Ustadz

loading...
loading...

Saya mau bertanya tentang hukum halal tidak jika saya mengambil Buah dan daunnya punya yang masuk ke dalam saya ?

JAWABAN :

Wa’alaikumussalam. Tetangga dan orang umum tetap tidak boleh memetik buah pohon tersebut kecuali setelah mendapat izin dari pemilik pohon, karena buah-buahan yang menjalar keluar masih menjadi milik pemilik pohon tersebut.

Hukum pohon yang akar atau dahannya menjalar ke pekarangan orang lain :

loading...

Apabila ada pohon yang akar dan batangnya menjalai kepekarangan tetangga maka akar dan batangnya tetap kepunyaan pemilik pohon. Dan bila dirasa mengganggu maka tetangga harus lapor, dan atas laporan ini pemilik pohon wajib memotongnya, jika pemilik tidak mau maka pemilik pekarangan diperbolehkan memotongnya.

loading...

Referensi :

– Bughyatul Mustarsyidin, Hal. 142

بغية المسترشدين ١٤٢

و لو انتشرت اغصان شجرة او عروقها الى هواء ملك الجار اجبر صاحبها على تحويلها فان لم يفعل فللجار تحويلها ثم قطعها ولو بلا اذنح حاكم كما فى التحفة و ان كانت قديمة بل لو كانت لهما مع الارض …………….الى ان قال : و ان منعت الضوء عن الجار

Baca Juga :  7 Amalan Yang Membuat JIBRIL a.s. Ingin Dilahirkan Sebagai Manusia

Hukum negara :

Orang-orang yang hidup bertetangga tentulah mempunyai hak dan kewajiban masing-masing satu sama lain. Termasuk menyangkut dahan atau pohon yang mentiung / menjorok di pekarangan orang lain. Hal ini diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yaitu tentang hak dan kewajiban antara pemilik-pemilik pekarangan yang satu sama lain bertetanggaan .

  • Pasal 666 (2) KUHPerdata : Barangsiapa mengalami bahwa dahan-dahan pohon tetangganya mentiung di atas pekarangannya, berhak menuntut supaya dahan- dahan itu dipotongnya.
  • Pasal 666 (3) KUHPerdata : Apabila akar-akar pohon tetangganya tumbuh dalam tanah pekarangannya, maka berhaklah ia memotongnya sendiri; dahan-dahan pun bolehlah ia memotongnya sendiri, jika tetangga setelahsatu kali ditegur, menolak memotongnya, dan asal ia sendiri tidak menginjak pekarangan si tetangga.

Ibarot ini sudah jelas bahwa dahan tersebut milik orang yang punya pohon. Jadi buah yang masih ada di dahan juga nasih milik nya yang punya pohon.

Baca Juga :  Tu Sop : Terimakasih Kepada Segenap TIM BMU dan Para Donatur Rumah Dhuafa

و لو انتشرت اغصان شجرة او عروقها الى هواء ملك الجار اجبر صاحبها على تحويلها فان لم يفعل فللجار تحويلها ثم قطعها ولو بلاذن حاكما

Ibarat ini sangat cocok :

ني ، ولو وصل غصنه بشجرة غيره كانت ثمرة الغصن لمالكه وإن كان متعديا

– Hasyiyah Bujairomi :

حاشية البجيرمى على المنهج ج : 3 ص : 8وحاصل المعتمد فى الدكة والشجرة وحفر البئر أن الدكة يمنع منها ولو بفناء داره او دعامة لجداره سواء فى المسجد اوالطريق وان اتسع وانتفى الضرر وأذن الإمام وكانت لعموم المسلمين وان الشجرة فى الطريق كذلك. اهـ

Wallaahu A’lamu Bish Showaab. [Abdurrahman As-syafi’i, Ulilalbab Hafas, Abdurrofik Ingin Ridlo Robby].

LINK ASAL :
www.fb.com/groups/piss.ktb/570137713009041/

www.fb.com/notes/286394041383411/

Jawab : Ust. Ghufron Bkl

​Buah dari pohon tersebut tetap milik orang yang punya pohon sehingga mengambilnya tanpa izin pun tidak boleh.

Baca Juga :  Butuh Uluran Tangan DERMAWAN, JANDA MISKIN Tinggal di GUBUK REOT

Referensi :

– Nihayatul Muhtaj (Syarhil Minhaj)

ﻧﻬﺎﻳﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ
ﻭﻣﺎ ﻳﻨﺒﺖ ﺑﺎﻟﻌﺮﻭﻕ ﺍﻟﻤﻨﺘﺸﺮﺓ ﻟﻤﺎﻟﻜﻬﺎ ﻻ ﻟﻤﺎﻟﻚ ﺍﻷﺭﺽ ﺍﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﻓﻴﻬﺎ ، ﻭﺣﻴﺚ ﺗﻮﻟﻰ ﻧﺢﻭ ﺍﻟﻘﻄﻊ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﺃﺟﺮﺓ ﺇﻻ ﺇﻥ ﺣﻜﻢ ﻋﻠﻰ ﻣﺎﻟﻜﻬﺎ ﺑﺎﻟﺘﻔﺮﻳﻎ ، ﻭﻟﻮ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻐﺼﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﻞ ﺇﻟﻰ ﻫﻮﺍﺀ ﻣﻠﻜﻪ ﻓﻲ ﺑﺮﻧﻴﺔ ﻭﻧﺒﺖ ﻓﻴﻪﺍ ﺃﺗﺮﺟﺔ ﻭﻛﺒﺮﺕ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﻐﺼﻦ ﻭﺍﻷﺗﺮﺟﺔ ﻟﺘﺴﻠﻢ ﺍﻟﺒﺮﻧﻴﺔ ﻻﺳﺘﺤﻘﺎﻕ ﻗﻄﻌﻬﻤﺎ ﻗﺒﻞ ﺫﻟﻚ ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺬﺑﺢ ﺣﻲﻭﺍﻥ ﻏﻴﺮﻩ ﺇﺫﺍ ﺑﻠﻊ ﺟﻮﻫﺮﺓ ﻟﻪ ; ﻷﻥ ﻟﻪ ﺣﺮﻣﺔ ، ﻗﺎﻟﻪ ﺍﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ ﻭﺍﻟﺮﻭﻳﺎﻧﻲ ، ﻭﻟﻮ ﻭﺻﻞ ﻏﺼﻨﻪ ﺑﺸﺠﺮﺓ ﻏﻴﺮﻩ ﻛﺎﻧﺖ ﺛﻤﺮﺓ ﺍﻟﻐﺼﻦ ﻟﻤﺎﻟﻜﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺘﻌﺪﻳﺎ .

– Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 547

كما لو انتشرت أغصان شجرة في هواء ملكه فيجبر على إزالتها وتسوية الأرض بلا أجرة مدة التسوية لعدم تعديه ، فإن رضي صاحب الأرض ببقائه فالغلة لمالك البذر

Apa Komentar Anda ?