Tanya Oleh : Wijnil ‘Ain

Bagaimana hukum yang keluar dari mulut ketika namun terkena baju yang akan dikenakan dalam shalat ?

loading...
loading...

Jawab Oleh : Ust. Rizki

– Almausu’ah Alfiqhiyah Alquwatiyah, Juz 40 Hal. 125

النُّخَامَةُ مِنْ حَيْثُ الطَّهَارَةُ وَالنَّجَاسَةُ:
٤ – ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّ النُّخَامَةَ طَاهِرَةٌ إِنْ نَزَلَتْ مِنَ الرَّأْسِ أَوْ خَرَجَتْ مِنَ الصَّدْرِ أَوْ مِنْ أَقْصَى الْحَلْقِ.
وَاخْتَلَفُوا فِي حُكْمِ مَا صَعِدَ مِنَ الْمَعِدَةِ، فَذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ وَأَبُو يُوسُفَ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ إِلَى أَنَّهَا نَجِسَةٌ (٢)
—————–
(٢) ابْن عَابِدِينَ ١ / ٩٤، وَتَبْيِين الْحَقَائِقِ ١ / ٣٢٦، وَشَرحَ الزُّرْقَانِيّ ١ / ٢٦ وَجَوَاهِر الإِْكْلِيل ١ / ٩ وَالشَّرْح الصَّغِير ١ / ٤٦٩، وَتُحْفَة الْمُحْتَاج ١ / ٢٩٤، وَمُغْنِي الْمُحْتَاج ١ / ٧٩.

Hukumnya terperinci :

loading...

– Mayoritas Fuqaha (Ahli Fiqih) berpendapat / / liur adalah suci jika turun dari kepala atau keluar dari dada atau keluar dari setinggi-tinggi tenggorokan.

loading...

– Dan berbeda pendapat para fuqaha pada hukum lendir / iler / liur yang naik dari , maka pendapat dalam Madzhab Imam Syafi’i dan Abu Yusuf dari golongan Madzhab Hanafi kepada bahwasanya lendir / iler / liur tersebut adalah .

Baca Juga :  Ustadz, Apakah HARAM Tidur Sesama Laki-laki atau Sesama Perempuan dalam Satu Kasur ?

Jawab Oleh : Ust.Masaji Antoro

Air liur itu Suci selama diyakini tidak berasal dari perut (lambung). tapi bila diyakini dari perut (lambung) maka hukumnya najis.

– I’aanah at-Thoolibiin, Juz I Hal. 85

أما المنى فطاهر خلافا لمالك وكذا بلغم غير معدة من راس او صدر وماء سائل من فم نائم ولو نتنا أو أصفر مالم يتحقق أنه من معدة الاممن إبتلى به فيعفى عنه وإن كثر

Sedangkan mani hukumnya suci berbeda menurut Imam Malik begitu juga (suci) lendir dari kepala atau dada bukan lendir yang dari pencernaan, begitu juga air yang mengalir dari bibir orang tidur (iler-java-pen) meskipun bacin atau berwarna kekuning-kuningan selama tidak diyakini keluar dari perut kecuali bagi orang yang mendapatkan cobaan (dengan terus-menerus mengeluarkan liur dari perut) maka dalam kasus mendapat cobaan seperti itu termasuk najis yang dima’fu (diampuni) meskipun banyak. [ I’aanah at-Thoolibiin I/85 ]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab

Baca Juga :  Ustadz, Apa Hukumnya Tidur Dalam Keadaan Telanjang Bulat ?

Kenapa ulama menetapkan air liur dari perut itu najis? Karena dalam perut tempat terjadinya perubahan makanan menjadi bacin dan rusak, sesuatu yang disana hukumnya najis karena sudah menyerupai tinja / kotoran… [ Al-Muhaddzab I/47 ].

وأما القيء فهو نجس لحديث عمار ولأنه طعام استحال في الجوف إلى النتن والفساد فكان نجسا كالغائط

Jika pada permasalahan iler kita bingung untuk menentukan keluarnya dari perut atau bukan, karena saat tidur kita tidak tahu posisi ketika tidur, apakah yang diyakini adalah ketika kita bangun pas posisi bagaimana, apakah posisi ketika bangun tidur ini yang menjadi patokan asal keluarnya iler ?

Ibnu ‘Iimaad memberi batasan tentang ciri-ciri antara air liur yang keluar dari perut dan yang dari “sekitar bibir” ( seputar bagian dalam mulut, penyunting ) :

1. Saat baunya berubah bacin berarti dari perut

2. Bila ditemukan warna kekuning-kuningan juga dari perut

3. Tidurnya terlelap pulas dan dalam rentang waktu panjang. Sedang ciri-ciri air liur yang dari bibir kebalikannya.

Baca Juga :  Najiskah Jika Anjing Jatuh Ke Sumur ?, Bagaimana Menyucikannya ?

4. sebagian ulama ada yang menyatakan, bila saat ia tidur posisi kepala tinggi (melebihi perut) diatas bantal maka hukumnya seperti ludahnya suci

وقد ذكر ابن العماد ثلاثة أقوال فيما سال من فم النائم وهي: قيل: إنه طاهر مطلقا. وقيل: إنه نجس مطلقا. والثالث: التفصيل بين الخارج من المعدة والخارج من الفم.

وذكر أيضا ثلاثة أقوال في علامة الخارج من المعدة أو الفم، فقال: ومن إذا نام سال الماء من فمه مع التغير نجس في تتمته قال الجويني ما من بطنه نجس وطاهر ما جرى من ماء لهوته ونص كاف متى ما صفرة وجدت فإنه قد جرى من ماء معدته وقيل ما بطنه إن نام لازمه بأن يرى سائلا مع طول نومته والماء من لهوة بالعكس آيته من بله شفة جفت بريقته وبعضهم إن ينم والرأس مرتفع على الوساد فذا طاهر كريقته

[ Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin I/113 ].

Sebagian Teks bersumber dari : http://www.piss-ktb.com/2012/02/340-najiskah-air-liur-iler-saat-tidur.html

Apa Komentar Anda ?