Tidak Sengaja Makan BABI / Minum Susu ANJING, Bagaimana Cara Menyucikannya ?

0
178

Deskipsi Masalah:

Mr. XX memiliki banyak harta dan Mr. XX sangat berkeinginan untuk mengajak keluarganya keluar negeri, tak lama kemudian keinginannya terkabul dan akhirnya Mr. XX dan keluarganya berangkat keluar negeri, setiba di bandara Mr. XX merasa lapar, lalu Mr. XX dan keluarga mendatangi sebuah restoran, karena terlalu lapar Mr. XX langsung masuk dalam restoran, rupanya rentoran yang Mr. XX masuk menyediakan danging , Tanpa bertanya lagi beliau menghabiskan makanan yang di hidangkan. 

Akhirnya saat sudah keluar dari restoran beliau baru tau bahwa makanan yang dipesan tadi memang terbuat dari daging babi, jadi apa yang harus dilakukan Mr. XX yang sudah terlanjur makan babi ????

Baca Juga :  Abu Dujanah, Pria MISKIN Yang Tidak Ingin Anaknya Makan HARAM Walau Sebiji Kurma

Jawaban :

Baca Juga :
loading...

Bila seseorang memakan mughalladhah, seperti babi, maka mulutnya wajib disamak (menyucikan tujuh kali dengan air salah satunya dicampur dengan tanah), Tidak wajib menyamak tempat keluar kotoran (Dubur / Anus kita tidak wajib disamak) bila daging babi yang keluar sudah berubah , tapi bila daging babi yang keluar masih utuh, maka wajib menyamak lubang dubur /Anus tempat keluar kotoran tersebut.

Note : disamak / menyamak rongga mulut disini maksudnya mensucikan / membasuh / berkumur  rongga mulut 7 x yang salah satu basuhan / berkumurnya menggunakan air yg telah dicampur dengan debu yang suci.

Referensi :

Asnal Mathalib syarah Raudhah attalib jld 1, hal 21. Cetakan D.K.I.

ولو ارتضع من كلبة فالقياس أيضا كذلك لأن حكم التغليظ لا ينسحب على المخرجين بدليل أنه لو أكل لحم كلب لم يجب غسله عند الاستنجاء سبعا وإن وجب غسل الفم سبعا ت.

Baca Juga :  Haram Merokok Dalam Majlis Qur'an, Apalagi Sambil Baca Qur'an

“Dan jikalau meminum susu , maka kiasnya juga seperti itu (tidak wajib samak ketika istinjak), karena tidak dihukumkan lagi kepada najis mughalladhah bila sudah masuk usus. Sama halnya bila seseorang memakan najis babi, niscaya tidak wajib menyamak ketika istinjak ( buang air besar ), sekalipun wajib menyamak mulutnya.”

Tuhfatul muhtaj jld 1, hal 311. Cetakan Maktabah Tijariyah Kubra Mesir.

لو أكل مغلظا ثم خرج منه لم يجب تسبيع المخرج، وقد يقال ذاك إذا وصل لمحل الإحالة وهو المعدة فليتأمل سم وقوله وقد يقال إلخ هذا قياس ما مر في القيء (قوله فعلى الثاني إلخ) قد يقال بل وعلى الأول لا بد من الاستثناء؛ لأنا وإن قلنا بالتنجيس لا نقول بوجوب تطهير الملاقي للمغلظ بل الملاقي للملاقي.

Baca Juga :  Najiskah Jika Anjing Jatuh Ke Sumur ?, Bagaimana Menyucikannya ?

“Bila seseorang memakan najis mughalladhah, kemudian najis tersebut keluar, maka tidak wajib menyucikan tempat keluar tujuh kali, begitu juga bila sudah sampai dalam perut.”

Wallahu A’alam Bisshawab.

Sumber : http://lbm.mudimesra.com/2016/02/solusi-jika-terlanjur-makan-babi.html

Baca Juga :
loading...

Apa Komentar Anda ?

Loading Facebook Comments ...