Oleh :

BERKUNJUNG KE

loading...
loading...

Alhamdulillah, tadi malam dimudahkan jalan oleh Allah untuk bisa berkunjung ke Pesantren Sidogiri, salah satu pesantren besar yang terletak di Kabupaten Pasuruan dengan jumlah santri mencapai 9000 orang. Banyak sudah alumni dari Pondok Pesantren ini yang telah memberikan kontribusi besar kepada masyarakat dan negara.

Setelah menyampaikan niat kunjungan kepada guru kami Kiay Muhammad Idrus Ramli, saya kemudian dihubungkan dengan pengurus An-Najah Center Sidogiri. Alhamdulillah mendapat sambutan yang luar biasa dari kawan-kawan An-Najah Center Sidogiri, khususnya Ustaz Mukhsin Walada Bari yang juga merupakan Sekretaris Sidogiri Media. Bukan karena tamunya mulia, tetapi memang ahli baitnya yang mulia sehingga beliau begitu memuliakan tamunya.

Saya dibawa berkeliling melihat berbagai bidang yang ada di Pesantren Sidogiri. Meski kunjungan yang singkat, namun telah mendapatkan gambaran bagaimana pesatnya perkembangan Ponpes Sidogiri dalam banyak hal.

Santri Sidogiri belajar di ruang terbuka

Dalam soal media misalnya, Ponpes Sidogiri memiliki 24 unit media dalam bentuk majalah, koran, tabloid jumatan dan lainnya. Sidogiri Media merupakan satu-satunya media resmi yang mewakili pesantren. Sedangkan media lainnya mewakili lembaga masing-masing yang merupakan bagian dari Pesantren.

Baca Juga :  *Breaking News* Yayasan Nurul Hikmah Samahani Kebakaran
loading...

Untuk menggenjot minat santri menulis, tim media Sidogiri membuat trik dengan cara mengklasifikasikan media dalam beberapa kategori. Majalah dinding yang terdiri atas 11 segmen, ada segmen khusus yang diperuntukan untuk santri pemula dimana pada segmen ini setiap tulisan yang dikirim ke redaksi langsung diterbitkan, walau tulisannya tidak layak. Baru kemudian naik ke media kelas menengah dan media resmi Pesantren.

loading...
Silaturahmi ke Sidogiri Media

Majalah terbitan Sidogiri ada yang dikomersilkan dan ada juga yang dibagi gratis. Diantara majalah yang dibagi gratis adalah Majalah Peduli Umat, karena majalah ini selain berisi nasehat juga menjadi media publikasi penggunaan dana yang masuk melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah untuk berbagai kegiatan sosial. Setiap bulannya Sidogiri juga menerbitkan buletin untuk dibagikan ke Mesjid-mesjid saat pelaksanaan shalat Jumat.

Lokasi Mading PonPes Sidogiri
Media Sidogiri

Untuk soal kurikulum pendidikan, Santri pemula akan mengikuti metode Al-Miftah. Metode ini merupakan salah satu cara cepat untuk memahami gramatikal Arabiyyah. Kalau tidak salah hingga saat ini sudah ada 300 lembaga Pendidikan yang menerapkan kurikulum ini, bahkan tidak hanya di Pesantren, tetapi juga di Sekolah biasa. Pengurus Al-Miftah akan membuat kursus atau kajian intensif tentang bagaimana cara penerapan metode ini dalam waktu 3 hari bagi para pengajar yang ingin menerapkan metode ini.

Baca Juga :  *Breaking News* Yayasan Nurul Hikmah Samahani Kebakaran
Di ruang I’dadiyah, mengkaji metode Al-Miftah

Pesantren Sidogiri juga memiliki ruang pustaka yang lengkap terdiri atas 2 lantai. Kurang lebih ada 40.000 kitab yang tersedia di Perpustakaan Ponpes ini. Ruang pustaka akan dibagi dalam beberapa disiplin ilmu secara terpisah. Untuk kitab Wahabi, Syiah dan Liberal dikunci dalam lemari khusus dan hanya orang tertentu yang sudah mendapatkan rekomendasi Masyaikh yang diizinkan untuk membacanya. Di setiap bagian disediakan guru pembimbing bagi santri yang ingin berkonsultasi. Selain itu, perpustakaan Sidogiri telah menerapkan sistem digital. Santri paling sering berkunjung dan paling jarang ke Pustaka akan terpampang jelas di monitor yang ada di ruang utama pustaka.

Bincang-bincang dengan pengurus Perpustakaan Sidogiri

Untuk pelaksanaan shalat jama’ah, tidak semua santri shalat di Mesjid. Selain ukuran Mesjid yang hanya mampu menampung 5000 santri, bagian ibadah di Sidogiri menerapkan aturan bahwa santri yang shalat Jamaah di Mesjid khusus Santri yang sudah paham tentang tatacara shalat dan adab-adab Mesjid. Selebihnya mereka shalat berjamaah di beberapa tempat yang berbeda.

Baca Juga :  *Breaking News* Yayasan Nurul Hikmah Samahani Kebakaran

Selain belajar di kelas, para santri juga dibudayakan untuk belajar mandiri, membangun diskusi dan berkonsultasi kepada Ustaz. Pustaka menjadi tempat paling penting bagi santri Sidogiri untuk pengembangan keilmuan mereka.

Santri Sidogiri berdiskusi di Pustaka

Lalu bagaimana dengan unit usaha? Dalam soal ini Sidogiri telah mengelola banyak unit usaha, ada minimarket Basmalah yang memiliki 130 cabang di Jawa dan Kalimantan. Air minum “Santri” hasil produk Sidogiri bahkan sudah masuk ke hotel-hotel. Ada gedung khusus yang didirikan untuk menangani bagian usaha ini. Selain lewat unit usaha, ada sumbangan alumni dan masyarakat yang umumnya disalurkan melalui Lazis Sidogiri.

Alhamdulillah perjalanan ke Ponpes Sidogiri menambah banyak , sekaligus dapat menjalin silaturahmi.

Apa Komentar Anda ?