Menikah Dengan SAUDARI TIRI, Padahal Kedua ORANG TUA nya Masih Dalam Ikatan Nikah

0
462

Note : Gambar Hanyalah Ilustrasi saja.

Tanya Oleh : Zikrilhakim

Assalamualaikum Gure2 lon mandum..

Na pertanyaan dari lon tuan.

Baca Juga :
loading...

Kiban hukom jih perkawinan aneuk dengon aneuk sedangkan ureung syik kedua droe ureungnyan ” Ayah dari pihak Linto dengan Mak dari pihak ureung Inong” mantong dalam ikatan saboh .?

Translate ke Indonesia :

Assalamu’alaikum Ustadz-ustadz semuanya.. ada satu pertanyaan, Bagaimana hukumnya bila anak tiri menikah dengan tiri nya sedangkan orang tua nya (Ayah dan Ibu tiri / Ayah Tiri dan Ibu) masih dalam ikatan nikah ?

Juga ditanyakan Oleh : Ghoes Huri

Assalami’alaikum… mau tanya ne pak ustad dan ustadzah..ada duda di kampung saya yang sudah punya anak perempuan yang sudah berumur 20 th,kemudian duda tersebut menikahi janda yang juga sudah mempunyai anak laki-laki umur 25 tahun..,

selang setahun kemudian kedua anak tersebut saling mencintai..dan ingin menikah,tapi karena kebiasaan tersebut belum lumrah di tempat saya akhirnya di batalkan, pertanyannya apa boleh dan sah apabila ke dua anak tersebut nikah.pendek kata orang tuanya nikah anaknya juga nikah..terima kasih atas jawannya..

Jawab Oleh : Masaji Antoro
Disebutkan dalam Roudhoh Atthoolibiin VII/112 :

 ‎فرع لا تحرم بنت زوج الأم ولا أمه ولا بنت زوج البنت أم زوجة الأب ولا بنتها ولا أم زوجة الإبن ولا بنتها ولا زوجة الربيب ولا زوجة الراب.

[ Cabang bahasan ] Tidak diharamkan (menikahi) anak perempuan dari suami ibu, (saudari tiri, persaudaraan karena bapak tiri), tidak haram pula menikahi ibu dari suaminya ibu (Nenek tiri), tidak pula anak perempuan dari suaminya anak perempuan (cucu tiri), tidak pula ibu dari istrinya ayah (nenek tiri)..

Tidak pula anak perempuan dari isteri ayah (saudara tiri, persaudaraan karena ibu tiri), tidak pula ibu dari istri anak lelaki (besan), tidak pula anak perempuan dari istrinya anak kandung laki-laki (cucu tiri), dan tidak pula istri dari anak tiri (yang sudah ada persetubuhan dengan ortunya), dan tidak pula istri dari bapak tiri. [ Roudhoh Atthoolibiin VII/112 ].

Baca Juga :  Solusi Ketika Ayah MENOLAK Menikahkan Anak Perempuannya

Jawab Oleh : Ahmada Hanafiy

Wa alaikum salam wr wb. Pernikahan tersebut BOLEH/SAH. karena wanita yang akan di nikahi tidak termasuk wanita yang di hramkan. Sedangkan wanita yang haram di nikah ada 14 (QS.Annisa’/23). Keterangan nya sebagai berikut:

Allah SWT berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْۤ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَ اُمَّهٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَآئِكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَاۤئِلُ اَبْنَآئِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْ ۙ  وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا  

“(Diharamkan atas kamu ibu-ibumu) maksudnya mengawini mereka dan ini mencakup pula nenek, baik dari pihak bapak maupun dari pihak ibu (dan anak-anak perempuanmu) termasuk cucu-cucumu yang perempuan terus ke bawah (saudara-saudaramu yang perempuan) baik dari pihak bapak maupun dari pihak ibu (saudara-saudara bapakmu yang perempuan) termasuk pula saudara-saudara kakekmu (saudara-saudara ibumu yang perempuan) termasuk pula saudara-saudara nenekmu (anak-anak perempuan dari saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudaramu yang perempuan) maksudnya keponakan-keponakanmu dan tercakup pula di dalamnya anak-anak mereka (ibu-ibumu yang menyusui kamu) maksudnya ibu-ibu susuan, yakni sebelum usiamu mencapai dua tahun dan sekurang-kurangnya lima kali susuan sebagaimana dijelaskan oleh hadis (saudara-saudara perempuanmu sesusuan). Kemudian dalam sunah ditambahkan anak-anak perempuan daripadanya, yaitu wanita-wanita yang disusukan oleh wanita-wanita yang telah dicampurinya, berikut saudara-saudara perempuan dari bapak dan dari ibu, serta anak-anak perempuan dari saudara laki-laki dan anak-anak perempuan dari saudara perempuannya, berdasarkan sebuah hadis yang berbunyi, Haram disebabkan penyusuan apa yang haram oleh sebab pertalian darah. Riwayat Bukhari dan Muslim. (ibu-ibu istrimu, mertua, dan anak-anak tirimu) jamak rabiibah yaitu anak perempuan istri dari suaminya yang lain (yang berada dalam asuhanmu) mereka berada dalam pemeliharaan kalian; kalimat ini berkedudukan sebagai kata sifat dari lafal rabaaib (dan istri-istrimu yang telah kamu campuri) telah kalian setubuhi (tetapi jika kamu belum lagi mencampuri mereka, maka tidaklah berdosa kamu) mengawini anak-anak perempuan mereka, jika kamu telah menceraikan mereka (dan diharamkan istri-istri anak kandungmu) yakni yang berasal dari sulbimu, berbeda halnya dengan anak angkatmu, maka kamu boleh kawin dengan janda-janda mereka (dan bahwa kamu himpun dua orang perempuan yang bersaudara) baik saudara dari pertalian darah maupun sepersusuan, dan menghimpun seorang perempuan dengan saudara perempuan bapaknya atau saudara perempuan ibunya tetapi diperbolehkan secara tukar lapik atau turun ranjang atau memiliki kedua mereka sekaligus asal yang dicampuri itu hanya salah seorang di antara mereka (kecuali) atau selain (yang telah terjadi di masa lalu) yakni di masa jahiliah sebagian dari apa yang disebutkan itu, maka kamu tidaklah berdosa karenanya. (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).”

Baca Juga :  TIDAK HADIR Mempelai Wanita Saat AQAD NIKAH, Bolehkah ?

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 23)

Perinciannya :

[Haram sebab nasab] :

  1. Ibu (terus ke atas)
  2. Anak Perempuan (terus ke bawah)
  3. Saudari (se ayah / se ibu)
  4. Bibi (dari ibu)
  5. Bibi (dari ayah)
  6. Keponakan (dari saudara)
  7. Keponakan (dari saudari)

[Haram sebab susuan] :

  1. Ibu (yang menyusui)
  2. Saudari sesusuan

[Haram sebab pernikahan] :

  1. Ibu mertua
  2. Anak tiri (anak istri bilamana telah menjimak ibu si Anak Tersebut)
  3. Ibu tiri
  4. Menantu
  5. Ipar / Bibi Istri

Semua yang di sebutkan di atas haram untuk selamanya, kecuali yang terakhir yaitu Ipar / Bibi istri keharamannya tidak selamanya, artinya lelaki boleh menikahi ipar / bibi istrinya bilamana dia telah menceraikan istrinya.

Referensi : (Fathul Qorib 45)  dan (Al Iqna’ 129)

Kitab Fathul Qarib :

• المحرمات

{فصل} (والمحرمات) أي المحرم نكاحهن (بالنص أربع عشرة): وفي بعض النسخ «أربعة عشر»:

 (سبع بالنسب؛ وهن: الأم وإن علت، والبنت وإن سفلت). أما المخلوقة من ماء زنا شخص فتحِلُّ له على الأصح، لكن مع الكراهة، وسواء كانت المُزنَى بها مطاوعة أو لا. وأما المرأة فلا يحل لها ولدُها من الزنا، (والأخت) شقيقة كانت أو لأب أو لأم، (والخالة) حقيقة أو بتوسط كخالة الأب والأم، (والعمة) حقيقة أو بتوسط كعمة الأب، (وبنت الأخ) وبنات أولاده من ذكر أو أنثى، (وبنت الأخت) وبنات أولادها من ذكر أو أنثى. 

Baca Juga :  Hukum Jimak Sebelum Lunas Mahar Mas kawin

وعطف المصنف على قوله سابقا «سبع» قوله هنا:
(واثنتان) أي المحرمات بالنص اثنتان (بالرضاع) وهما: (الأم المرضِعة، والأخت من الرضاع). وإنما اقتصر المصنف على الاثنتين للنص عليهما في الآية، وإلا فالسبع المحرمة بالنسب تحرم بالرضاع أيضا كما سيأتي التصريح به في كلام المتن.
(و) المحرمات بالنص (أربع بالمصاهرة) وهن:

 (أم الزوجة) وإن علت أمها، سواء من نسب أو رضاع، سواء وقع دخول الزوج بالزوجة أم لا، (والربيبة) أي بنت الزوجة (إذا دخل بالأم، وزوجة الأب) وإن علا، (وزوجة الابن) وإن سفل. والمحرمات السابقة حرمتها على التأبيد، (وواحدة) حرمتُها لا على التأبيد، بل (من جهة الجمع) فقط. (وهي أخت الزوجة)؛ فلا يُجمَع بينها وبين أختها من أب أو أم وبينهما نسبٌ أو رضاعٌ، ولو رضيت أختُها بالجمع.

(ولا يجمع) أيضا (بين المرأة وعمتها، ولا بين المرأة وخالتها)؛ فإن جمع الشخص بين من حرم الجمع بينهما بعقد واحد نكحهما فيه بطل نكاحهما، أو لم يجمع بينهما، بل نكحهما مرتبا، فالثاني هو الباطل إن علمت السابقة؛ فإن جهلت بطل نكاحهما، وإن علمت السابقة ثم نسيت منع منهما. ومن حرم جمعهما بنكاح حرم جمعهما أيضا في الوطء بملك اليمين، وكذا لو كانت إحداهما زوجةً والأخرى مملوكة. فإن وطئ واحدة من المملوكتين حرمت الأخرى حتى يحرم الأولى بطريق من الطرق كبيعها أو تزويجها. وأشار لضابط كلي بقوله:

(ويحرم من الرضاع ما يحرم من النسب). وسبق أن الذي يحرم من النسب سبع، فيحرم بالرضاع تلك السبع أيضا.

Sumber : Modifikasi dari http://www.piss-ktb.com/2012/02/743-nikah-menikah-dengan-saudara-tiri.html

Baca Juga :
loading...

Apa Komentar Anda ?

Loading Facebook Comments ...