Sekalipun malam jum’at malam yg romantis untuk melakukan *nganu,* tapi karna malam ini bertepatan dengan malam , maka sebaiknya *nganu*-nya ditunda dulu, mengingat ada himbauan dari Imam Abu ath-Thoyib dalam kitab Tasyniful Isma’;

*قال ابو الطيب أيضا ويكره الجماع في سبعة أزمان وأوقات*

loading...
loading...

*-الى أن قال-*

*السادسة في ليلية العيدين فان فعل يكون ولده بستة أصابع أو أربعة أصابع*

Imam Abu ath-Thoyib berkata, sebisa mungkin bagi pasutri menghindari melakukan *nganu* pada waktu2 tertentu. Diantaranya adalah *nganu* pada malam hari raya. Jika masih nekat juga, dikhawatirkan anaknya lahir dengan jari-jari tidak normal.

Oleh karnanya mari kita hidupkan malam raya Idul Adlha kali ini dengan bacaan *Takbir, Tahmid dan Tasbih,* bukan dengan *nganu*.

Baca Juga :  Ustadz, Apakah Setelah Selesai JIMAK Langsung Wajib MANDI JUNUB ?
loading...

🙏 🙏 🙏 🙏 🙏

loading...

Dikirim Oleh : Tgk. Reza Khosyi

Apa Komentar Anda ?