Note : Gambar hanyalah Ilustrasi Saja.

Ini kisah tentang keberkahan. Suatu ketika seorang baru pindah rumah. Sayangnya lingkungan yang baru Cuma berjarak satu kampong dengan sebuah komunitas ‘home industri’ esek-esek. Sebuah kampong yang rumah-rumahnya dijadikan mangkal dan tempat -PSK menjajakan diri. Tentu ini bukan satu komunitas yang nyambung dengan segala aktifitas beliau sebagai seorang Habib.

loading...
loading...

Akhirnya, beliau yang memang seorang da’I mau tidak mau melihat hal itu sebagai amanat dan segaligus tantangan untuk bisa merubah kampung maksiat tersebut ,bagaimana kedepannya bisa jadi kampung yang “Munjiyat”.

Maka suatu malam di kampung itu, beliau buat acara Shalawat bersama. Temanyapun unik. PSK bersholaawat. Panitianya tentu -wanita nakal itu sendiri. Pake kerudung, tapi pakaian yg dikenakan tetep ‘pakaian kerja’ yang seksi dan press body.

Ketik tiba saat bertausyiyah beliau berkata dengan suara yang tergetar : “ Wahai saudari-saudari sekalian. Antum semua adalah saudaraku semua. Kita lahir dari ayah dan ibu yang sama. Ketahuilah, saya sungguh mencintai kalian semua. Saya selalu sedih dan memikirkan kalian semua. Selalu berpikir keras bagaimana bisa membantu kalian untuk bisa mencari nafkah dengan cara yang lebih baik dan lebih terhormat dari pada pekerjaan kalian semula.

Baca Juga :  Cara Taubat ANAK DURHAKA Kepada AYAH / IBU Yang Sudah Meninggal Dunia

Hampir setiap malam aku menangisi kalian semua . mendoakan kalian semua…”

loading...

Dan seterusnya… dan seterusnya. Maka meledaklah tangis para PSK itu dan malam itu menjaadi malam pertaubatan dari sebagian mereka. Pagi harinya berbondong-bondong mereka mendatangi rumah beliau. Kali ini mereka sudah berpakaian yang sopan layaknya wanita terhormaat. Mereka berkata :

loading...

“ Bagaimana sekarang kami harus mencari nafkah, Bib?”

“ Begini saja. Kalian semua ana kasih uang seratus ribu. Kalian buat modal jualan kopi panas di alun-alun alun situ. Ana rasa, ini perlu kalian coba dahulu. Yang penting usaha yang halal dahulu..kita lihat gimana hasilnya. Insyaaallah semua kher..” Kata Habib. Mereka ahirnya dengan modal 100 ribu per orang itu mulai merintis usaha yang baru. Ada yg jualan gorengan. Kedai teh atau kopi. Pokoknya usaha kecil-kecilan.

Baca Juga :  Kisah JIN NASRANI Ingin Belajar Agama ISLAM (Kitab Wiqayatul Insan minal Jinni was Syaithan)

Sebulan kemudin merekaa kembali sowan kepada Habib. Mereka pada mengeluh :

“ Bagaimana ini Bib, penghasilan kami setiap malam jualan di alun-alun sangat kecil. Cuma 50 ribuan. Kalau dahulu, semalam bisa 300 sampai 500 an. “

Habib hanya tersenyum : “ Ana Tanya,kalian jawab dengan jujur. Coba, dulu kalian waktu masih mangkal dapat uang banyak segitu bisa untuk belanja berapa hari.?”

“ Belum sehari sudah habis,Bib. Ya kebanyakan buat senang-senang ,lah” Jawab mereka.

“Kalau sekarang,uang 50 ribu itu bisa sampe berapa hari ?” Tanya beliau.

“Alhamdulillah, lha koq cukup buat tiga atau empat hari. Itupun anak-anak dirumah bisa nabung ,Bib” Jawab mereka. Habib kembali tersenyum.

“ Tuh, lihat. Kenapa uang yang lebih sedikit koq nyatanya lebih bermanfaaat daripada yang lebih banyak. Itu namanya halal dan berkah. Uang kalau tidak berkah itu akan kurang manfaatnya, habis buat sesuatu yang gak ada juntrungnya lalu dengan cepat tiba-tiba habis begitu saja.”

Baca Juga :  Kisah Abu Hasan Asy-Syazili Ingin Jadi WALI

Para mantan itu akhirnya memahami bahwa kehidupan ekonomi mereka sebenarnya saat ini secara kwalitas sudah meningkat disaat secara kwantitasnya dikatakan turun drastis. Ternyata ini adalah rahasia sebuah keberkahan.

Dan Alhamdulillah nya, sekarang kampung itu sudah bersih dari kemaksiatan prostitusi berkah dakwah yang persuasive dari sang Habib. (mungkin kalau pakai cara represif belum tentu berhasil seperti sekarang).

Dan Habib itu tidak lain adalah Al Habib An Najib Syech bib Abdulqdir bin Abdurraaahman assaagaf dari Solo Jawa Tengah. Sang pemilik suara emas yang tiada duanya…………….

“SHOLAATUN… BISSALAAMIL MUBIN. LINUQTHOTIT TA’YIIN … YAA GHOROOMIY”

Sumber : Guru Besar Sarkub Dr Muhajir Madad Salim, Mkub

Sumber : dalwadakwah.blogspot.com

Apa Komentar Anda ?