Inilah Mesjid Dhirar Yang Harus Dibongkar Dan Wajib Dilarang Dalam Islam

0
116

Dalam kitab-kitab fikih dijelaskan masjid wajib dibongkar jika dibangun di atas tanah yang tidak berhak ditempati, seperti di area stren sungai dan lain-lain. 

Kemudian, diantara masjid yang boleh atau wajib dibongkar lagi adalah masjid dhiror. Dan berikut komentar ulama tentang masjid yang terkategori “dhiror”. 

قال صاحب عيون التفاسير كل مسجد بني مباهاة ورياء وسمعة او لغرض وجه الله او بمال غير طيب فهو لاحق بمسجد الضرار

“Penulis kitab Uyunut Tafasir berkata: “Setiap masjid yang dibangun karena untuk bangga-banggaan, atau riya’, atau sum’ah (biar mempunyai citra atau emage baik di hadapan masyarakat), atau tujuan tidak karena Allah, atau dengan harta yang tidak baik (haram), maka hukumnya sama dengan masjid dhiror” (al Hawi Lil Fatawa Imam Suyuthi juz 1 halaman 144). 

Baca Juga :  Ternyata MAULID NABI Sudah Dikenal Sejak ABAD Ke-3, Mana Mungkin BID'AH
Baca Juga :
loading...

قال علماؤنا وكل مسجد بني على ضرار او رياء او سمعة فهو في حكم مسجد الضرار

“Setiap masjid yang dibangun karena untuk tujuan membahayakan kaum muslimin, atau riya’, atau sum’ah, maka hukumnya sama seperti masjid dhiror (yang dirobohkan Rasulullah)” (Al Hawi lil Fatawa juz 1 halaman 145).

Imam Ibn Katsir menghikayahkan tentang fatwa ulama untuk merobohkan masjid yang digunakan oleh kaum Rofidhoh untuk mencela para shahabat, mengaku-aku Imam Mahdi dan lain-lain. (Al Hawi lil Fatawa juz 1 halaman 144)

Imam Suyuthi juga menukil pendapat Imam Qurthubi tentang larangan membangun masjid disamping masjid lain yang sudah ada sebelumnya. 

قال القرطبي في تفسيره ما نصه قال علمائنا لا يجوز أن يبني مسجدا الى جانب مسجد ويجب هدمه والمنع من بنائه لئلا يتضرر المسجد الاول فيبقى شاغرا الا ان تكون المحلة كبيرة فلا يكفي اهلها مسجد واحد

Baca Juga :  Shalat Berjama'ah Yang Di Imami Oleh WAHABI, SYI'AH, SEKULER, atau SESAT Lainnya

“Al Qurthubi dalam tafsirnya berkata: “Ulama kami berkata: “Tidak boleh membangun masjid disamping masjid lain (masjid lama) serta wajib dirobohkan dan dilarang pembangunannya supaya tidak membahayakan masjid yang pertama hingga menjadi kosong, kecuali kampungnya besar sehingga penduduknya tidak cukup dengan masjid satu”. (Al Hawi lil Fatawa juz 1 halaman 144).

Copas, buat renungan kita.

Dikirim Oleh : Tgk. Muafat Abdullah

Baca Juga :
loading...

Apa Komentar Anda ?

Loading Facebook Comments ...